Senin, 24 November 2008

Panduan Analisa Harga Satuan

PANDUAN ANALISA HARGA SATUAN

I. PENDAHULUAN

1. MAKSUD & TUJUAN :

§ MENYAMAKAN KONSEP DASAR PEMBUATAN EE (ENGINEER’S ES- TIMATE) BAGI UNSUR PERANCANG & OE (OWNER’S ESTIMATE) BAGI UNSUR PELAKSANA

§ MENDUKUNG PENYIAPAN “EE” & “OE” YANG LEBIH AKURAT PADA SAAT PERANCANGAN, PRA KONTRAK MAUPUN PELAKSANAAN.

2. PERKIRAAN HARGA (ESTIMATE COST) HARUS :

§ MENJAMIN PELAKSANAAN PEKERJAAN AKAN MEMENUHI SPESIFI-KASI

§ DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN.

§ MERUPAKAN ALTERNATIF TERENDAH.

§ DAPAT DIJADIKAN ACUAN DALAM PENENTUAN PEMENANG LELANG ATAU PENENTUAN HARGA PEMILIHAN LANGSUNG PENGADAAN JASA PEMBORONGAN.

3. SPESIFIKASI :

§ MEMUAT SEGALA PERATURAN & KETENTUAN TENTANG BAGAIMANA PEKERJAAN HARUS DIKERJAKAN & BERHASIL “AKHIR”.

§ SALAH SATU BAGIAN PENTING DARI DOKUMEN LELANG / KONTRAK

§ DIKENAL DENGAN NAMA SPESIFIKASI TEKNIK / UMUM.

§ JIKA PERLU DILENGKAPI SPESIFIKASI KHUSUS ATAU ADDENDUM.

4. VITALNYA SPESIFIKASI :

§ JIKA TIDAK MEMAHAMI SPESIFIKASI ATAU TIDAK TERSEDIA SPE-SIFIKASI YG AKAN DIGUNAKAN, BAGAIMANA SEORANG ESTIMA-TOR DAPAT MEMBUAT ANALISA HARGA SATUAN DENGAN BENAR ?

§ MASIH TERDAPAT INSTANSI YG MEMBUAT HARGA SATUAN TANPA MERUJUK PADA SPESIFIKASI MANA YANG AKAN DIGUNAKAN.

5. PENGATURAN LINGKUP DALAM SPESIFIKASI YG UMUM DIGUNAKAN :

§ LINGKUP PEKERJAAN :

o BERISI TENTANG URAIAN PEKERJAAN

§ BAHAN :

o PERSYARATAN BAHAN BAKU

o PERSYARATAN BAHAN OLAHAN

§ METODE PELAKSANAAN :

o HANYA YANG BERSIFAT UMUM SAJA

o Misalnya pemadatan harus dari titik yang lebih rendah menuju titik yang lebih tinggi.

§ PERALATAN :

o HANYA YANG BERSIFAT UMUM SAJA

o MISALNYA TIMBANGAN ASPAL HARUS MEMPUNYAI KAPASITAS MIN. 2 x BAHAN YG AKAN DITIMBANG & KEPEKAAN SAMPAI 1 KG.

§ PENGENDALIAN MUTU :

o PEMERIKSAAN MUTU PEKERJAAN AKHIR SEPERTI :

- KERATAAN

- KEPADATAN

- FREKWENSI PENGUJIAN

- JENIS PENGUJIAN YANG HARUS DILAKUKAN

- METODE PENGUJIAN YANG DIGUNAKAN

§ CARA PENGUKURAN HASIL KERJA :

o DIHITUNG DALAM LUAS / VOLUME / BERAT / LUMP SUM

o LINGKUP KUANTITAS YANG DIHITUNG :

- MISALNYA MATERIAL PEKERJAAN GALIAN YANG DIGUNA-KAN UNTUK TIMBUNAN TIDAK DIPERHITUNGKAN SEBAGAI PEKERJAAN GALIAN.

§ CARA PEMBAYARAN :

o HARGA SATUAN ATAU LUMP SUM

6. PENGETAHUAN MINIMUM SEORANG ESTIMATOR TENTANG SPESI-FIKASI :

§ LINGKUP PEKERJAAN

§ BAHAN :

o MEMPUNYAI PENGETAHUAN LABORATORIUM & LAPANGAN

§ CARA PENGUKURAN & PEMBAYARAN

7. POLA PIKIR PEMBUATAN ANALISA HARGA SATUAN, DIHITUNG DE-NGAN BANTUAN KOMPUTER :

§ MASUKAN

o BAHAN

o ALAT

o TENAGA KERJA

o BIAYA UMUM & KEUNTUNGAN DALAM PERSEN

§ PROSES

o HARGA SATUAN DASAR BAHAN

o HARGA SATUAN DASAR ALAT

o HARGA SATUAN DASAR TENAGA KERJA

o BIAYA UMUM & KEUNTUNGAN

§ KELUARAN

o HARGA SATUAN SETIAP MATA PEMBAYARAN

o HARGA PEKERJAAN SETIAP MATA PEMBAYARAN

o HARGA TOTAL SELURUH MATA PEMBAYARAN

o PERKIRAAN BIAYA PROYEK

II. PERHITUNGAN HARGA SATUAN DASAR

1. BAHAN (MATERIAL) TERBAGI ATAS :

§ BAHAN DASAR

BIASANYA DISERTAI KETERANGAN :

o QUARRY UNTUK BAHAN ALAMI SEPERTI : BOULDER, PASIR, DSB

o PABRIK/GROSIR/RETAIL UNTUK BAHAN PRODUKSI SEPERTI : AS-PAL, SEMEN, BAJA TULANGAN, DSB.


§ BAHAN OLAHAN :

BIASANYA DISERTAI KETERANGAN :

o LOKASI PENGOLAHAN SEPERTI : BASE-CAMP, LAPANGAN, DSB

2. DATA-DATA HARGA SATUAN BAHAN DASAR & TENAGA KERJA DAPAT DIPEROLEH ANTARA LAIN DARI :

§ HARGA PASAR SETEMPAT PADA SAAT YANG BERSANGKUTAN

§ HARGA KONTRAK UNTUK BARANG / PEKERJAAN SEJENIS SETEMPAT YANG PERNAH DILAKSANAKAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAK-TOR-FAKTOR KENAIKAN HARGA YANG TERJADI

§ INFORMASI HARGA SATUAN YANG DIPUBLIKASIKAN SECARA RESMI OLEH BIRO PUSAT STATISTIK (BPS) DAN MEDIA CETAK LAINNYA

§ DAFTAR HARGA/TARIF BARANG/ JASA YANG DIKELUARKAN OLEH PABRIK ATAU AGEN TUNGGAL.

§ DAFTAR HARGA STANDAR YANG DIKELUARKAN OLEH INSTANSI YANG BERWENANG BAIK PUSAT MAUPUN DAERAH

§ DATA LAIN YANG DAPAT DIGUNAKAN

3. DATA-DATA YANG DIPERLUKAN UNTUK PERHITUNGAN BIAYA BAHAN YANG SELANJUTNYA DISEBUT “MASUKAN” :

§ JARAK QUARRY

UNTUK BAHAN ALAMI ADALAH JARAK DARI QUARRY SAMPAI LO-KASI PENGOLAHAN (BIASANYA BASE-CAMP)

§ HARGA SATUAN DASAR BAHAN

DAPAT DIPEROLEH DARI URAIAN BUTIR 2 DIATAS.

§ HARGA SATUAN DASAR ALAT

o MERUPAKAN BIAYA SEWA PERALATAN PER SATUAN WAKTU.

o MERUPAKAN KELUARAN DARI ANALISA HARGA SATUAN DASAR ALAT.

§ HARGA SATUAN DASAR TENAGA KERJA

DAPAT DIPEROLEH DARI URAIAN BUTIR 2 DIATAS.

§ KAPASITAS ALAT

MERUPAKAN KAPASITAS ALAT YANG DIPILIH SEPERTI AMP, DSB.

§ FAKTOR EFISIENSI PRODUKSI ALAT

LIHAT LAMPIRAN.

§ FAKTOR KEHILANGAN MATERIAL

MATERIAL YANG TERCECER SAAT PENGOLAHAN DIPERHITUNGKAN.

4. “PROSES” PERHITUNGAN BAHAN :

§ BIAYA ALAT UNTUK MEMPRODUKSI

§ KUANTITAS MASING-MASING BAHAN DASAR SESUAI SPESIFIKASI

§ BIAYA TENAGA KERJA UNTUK MEMPRODUKSI & MENGOLAH

§ BIAYA ALAT UNTUK MENGOLAH

5. “KELUARAN” PERHITUNGAN BAHAN :

§ HARGA SATUAN DASAR BAHAN


6. DATA-DATA YANG DIPERLUKAN UNTUK PERHITUNGAN BIAYA ALAT, YANG SELANJUTNYA DISEBUT MASUKAN :

§ ASUMSI

o ALAT YANG AKAN DIGUNAKAN MERUPAKAN ALAT BARU

o BIAYA PEMELIHARAAN ALAT BARU ADALAH MINIMUM

§ JENIS ALAT

SESUAI DENGAN FUNGSINYA SEPERTI : WHEEL LOADER UNTUK MENGANGKAT, AMP UNTUK MENCAMPUR CAMPURAN ASPAL, DSB.

§ KAPASITAS ALAT

CONTOH KAPASITAS BUCKET WHEEL LOADER 1,3 m3 & KAPASITAS AMP 50 TON/JAM

§ UMUR EKONOMIS ALAT

TERGANTUNG TINGKAT PENGGUNAAN & STANDAR DARI PABRIKNYA

§ JAM KERJA ALAT PER TAHUN

JUMLAH JAM KERJA DALAM SATU TAHUN

§ HARGA POKOK ALAT

HARGA PEMBELIAN ALAT SETEMPAT

o JIKA PENGADAAN TIDAK MELALUI DEALER, YANG DIMAKSUD HARGA SETEMPAT ADALAH HARGA DARI CIF DITAMBAH HAND-LING COST (BIAYA MASUK, BIAYA INCLIRING SEWA GUDANG, ONGKOS ANGKUT, DLL) SAMPAI KE GUDANG PEMBELI

o JIKA MEMBELI SETEMPAT LEWAT DEALER/AGEN ARTINYA HAR-GA SAMPAI KE GUDANG PEMBELI

§ NILAI SISA ALAT

HARGA ALAT SETELAH NILAI EKONOMISNYA BERAKHIR, BIASANYA DIAMBIL 10% DARI INITIAL COST

§ TINGKAT SUKU BUNGA PINJAMAN

MERUPAKAN TINGKAT SUKU BUNGA BANK UNTUK INVESTASI YANG BERLAKU PADA TAHUN PEMBELIAN ALAT YANG BERSANGKUTAN.

§ TENAGA MESIN

MERUPAKAN KAPASITAS/DAYA MESIN PENGGERAK DALAM HORSE POWER (HP).

§ HARGA SATUAN DASAR TENAGA KERJA

UPAH TENAGA KERJA DI DALAM BIAYA OPERASI INI BERBEDA DE-NGAN UPAH UNTUK OPERATOR/DRIVER SUATU ALAT.

§ HARGA SATUAN DASAR BAHAN

HARGA SATUAN DASAR BAHAN DI DALAM BIAYA OPERASI BERUPA BAHAN BAKAR DAN MINYAK PELUMAS.

ACUAN RESMI YANG DAPAT DIGUNAKAN ANTARA LAIN :

§ LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PU No.167/KPTS/1991

§ LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PU No.585/KPTS/1988

7. “PROSES” PERHITUNGAN ALAT :

§ BIAYA PASTI (INTIAL COST ATAU CAPITAL COST)

§ BIAYA OPERASI & PEMELIHARAAN (OPERATION & MAINTENANCE COST)


8. BIAYA PASTI :

PENGEMBALIAN MODAL DAN BUNGA SETIAP TAHUN DIHITUNG SEBAGAI BERIKUT :

(B – C) x D + F

G

=

-------------------

di mana :

W

G

=

biaya pasti per jam

B

=

harga alat setempat

C

=

nilai sisa

D

=

faktor angsuran/pengembalian modal

i x (1 + i)A

=

---------------

(1 + i)A - 1

A

=

umur ekonomis peralatan

F

=

biaya ansuransi, pajak dan lain-lain per tahun

biasanya diambil 2 permil dari initial cost atau 2 persen dari sisa alat

=

0,002 x B atau

=

0,02 x C

W

=

jumlah jam kerja alat dalam satu tahun

- untuk alat tugas berat (bekerja terus menerus sepanjang tahun) dianggap bekerja 8 jam/hari dan 250 hari/tahun maka W = 8 x 250 = 2000 jam/tahun

- untuk alat tugas sedang, dianggap bekerja 8 jam/hari dan 200 hari/tahun maka W = 8 x 200 = 1600 jam/tahun

- untuk alat tugas ringan, dianggap bekerja 8 jam/hari dan 150 hari/tahun maka W = 8 x 150 = 1200 jam/tahun









9. BIAYA OPERASI & PEMELIHARAAN :

§ CARA TEORITIS :

o BIAYA BAHAN BAKAR & BIAYA PERAWATAN :

- BIAYA BAHAN BAKAR (H)

· KEBUTUHAN BAHAN BAKAR TIAP JAM DIAMBIL DARI MA-NUAL PERALATAN YANG BERSANGKUTAN.

· MERUPAKAN KEBUTUHAN BAHAN BAKAR UNTUK PEM-BANGKIT TENAGA LISTRIK & BAHAN BAKAR UNTUK PRO-DUKSI

- BIAYA PELUMAS (I)

· MELIPUTI PELUMAS MESIN, HIDROLIK, TRANSMISI, POWER STEERING, GEMUK, DSB.

· KEBUTUHAN PELUMAS PER JAM DAPAT DIHITUNG BERDA-SARKAN KEBUTUHAN JUMLAH PELUMAS YANG DIPERLU-KAN DIBAGI BERAPA JAM PELUMAS TSB HARUS DIGANTI SESUAI DENGAN MANUAL PABRIK ALAT YANG BERSANG-KUTAN.

- BIAYA PERAWATAN/WORKSHOP (J) :

MELIPUTI BIAYA PENGGANTIAN FILTER PELUMAS, FILTER UDARA, DSB.


o BIAYA PERBAIKAN / SPARE PARTS (K)

- BIAYA PENGGANTIAN BAN

- BIAYA PENGGANTIAN BAGIAN-BAGIAN YANG AUS (BUKAN SPARE PART) SEPERTI CONVEYOR-BELT, SCREEN AGREGAT, DSB.

- PENGGANTIAN BATTERY/ACCU

- PERBAIKAN ALAT.

o BIAYA OPERATOR (M)

- UPAH OPERATOR/DRIVER & PEMBANTU OPERATOR DIHITUNG PER JAM KERJA EFFEKTIF.

§ CARA PENDEKATAN :

BERAGAMNYA JENIS PERALATAN MENYULITKAN ESTIMATOR. UN-TUK MEMPERMUDAH PERHITUNGAN DIGUNAKAN RUMUS-RUMUS PENDEKATAN YANG BERLAKU UNTUK SEMUA PERALATAN.

RUMUS PENDEKATAN INI TIDAK AKURAT UNTUK SATU JENIS PER-ALATAN TETAPI MASIH DAPAT DITERIMA SECARA RATA-RATA UN-TUK SEMUA PERALATAN

o BIAYA BAHAN BAKAR (H) :

H

=

(12,5 s/d 17,5)% x HP

di mana :

H

=

besarnya bahan bakar yang digunakan per jam per liter

HP

=

kapsitas meson penggerakdalam HP

diambil 12,5% untuk alat tugas ringan

diambil 17,5% untuk alat tugas berat

o BIAYA PELUMAS (I) :

I

=

(1 s/d 2)% x HP

di mana :

I

=

besarnya pemakaian pelumas yang digunakan per jam per liter

HP

=

kapasitas mesin penggerak dalam HP

diambil 1% untuk peralatan sederhana

diambil 2% untuk peralatan yang cukup kompleks

o BIAYA PERBAIKAN & PERAWATAN (K) :

K

=

(12,5 s/d 17,5)% x B/W

di mana :

B

=

harga Pokok Alat

W

=

jumlah jam kerja dalam 1 tahun

diambil 12,5% untuk alat tugas ringan

diambil 17,5% untuk alat tugas berat

10. “KELUARAN” PERHITUNGAN ALAT :

§ HARGA SATUAN DASAR ALAT

MELIPUTI BIAYA PASTI, BIAYA OPERASI & PEMELIHARAAN SERTA BIAYA OPERATORNYA.

11. TENAGA KERJA :

§ HARI ORANG STANDAR (STANDARD MAN DAY)

o MAKSUD PEKERJA ADALAH PEKERJA TERAMPIL DI BIDANGNYA SEPERTI : PEKERJA GALIAN, PEKERJA PENGASPALAN, DSB

o DISEBUT HARI ORANG (HO) ATAU MANDAY (MD). UPAH 1 HARI KERJA (8 JAM KERJA TERMASUK 1 JAM ISTIRAHAT)

§ JAM ORANG STANDAR (STANDARD MAN HOUR)

o 7 JAM KERJA EFEKTIF& 1 JAM ISTIRAHAT

o UPAH 1 JAM KERJA = UPAH ORANG PER HARI / 7 JAM KERJA

III. PERHITUNGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN

1. PERHITUNGAN KOMPONEN BAHAN UMUMNYA MELIPUTI :

§ FAKTOR KEMBANG-SUSUT & FAKTOR KEHILANGAN

LIHAT LAMPIRAN 1 UNTUK FAKTOR KEMBANG-SUSUT & FAKTOR KEHILANGAN DAPAT DIAMBIL 1% S/D 3% DARI KUANTITAS BAHAN

§ KUANTITAS MASING-MASING KOMPONEN BAHAN :

DIPEROLEH DARI SPESIFIKASI BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG (LIHAT CONTOH GAMBAR GRADASI AC-WC)

§ HARGA SATUAN BAHAN DASAR :

o BAHAN DASAR SEPERTI : SEMEN, ASPAL, BAJA TULANGAN, DSB

o BAHAN OLAHAN SEPERTI : LAPIS PONDASI AGREGAT, BETON PRACETAK, DSB.

2. PERHITUNGAN KOMPONEN ALAT UMUMNYA MELIPUTI :

§ JENIS

JENIS ALAT HARUS SESUAI DENGAN SPESIFIKASI (JIKA ADA) SEPERTI PEMADATAN AWAL MENGGUNAKAN STEEL WHELL ROLLER, DSB

§ KAPASITAS

o KAPASITAS ALAT HARUS SESUAI DENGAN SPESIFIKASI (JIKA ADA) SEPERTI BERAT STEEL WHEEL ROLLER MIN. 6 TON.

o KAPASITAS ALAT YANG TIDAK DISYARATKAN SEPERTI KAPA-SITAS AMP & STONE CRUSHER, TERGANTUNG DARI KUANTITAS & LAMANYA PERIODE PELAKSANAAN.

§ FAKTOR EFISIENSI PRODUKSI

LIHAT LAMPIRAN BERIKUT UNTUK :

o Ev = FAKTOR KONVERSI MATERIAL (LAMPIRAN 1)

o Ea = FAKTOR EFISIENSI KERJA ALAT (LAMPIRAN 2)

o Eb = FAKTOR BUCKET UNTUK SHOVEL & LOADER (LAMPRAN 3)

o Eb = FAKTOR BUCKET UNTUK EXCAVATOR (LAMPIRAN 4)

o Ep = FAKTOR POSISI UNTUK EXCAVATOR (LAMPIRAN 5)

o Es = FAKTOR SUDU UNTUK BULLDOZER (LAMPIRAN 6)

§ FAKTOR SIKLUS KERJA (CYCLE TIME)

Q

=

Q x N x E

60

=

Q x ----- x E

WS

di mana :

Q

=

produksi per jam dari alat (ton/jam, m3/jam, m2/jam, m’/jam)

q

=

kapasitas alat per siklus (m3, m2, m’, dsb)

N

=

jumlah siklus per jam

=

60/WS

E

=

Efisiensi kerja total yang terdiri dari efisiensi kerja mesin, efisiensi kerja operator, efisiensi karena kondisi lapangan, efisiensi karena jenis material yang ditangani.

WS

=

waktu siklus dalam menit

§ HASIL PRODUKSI / SATUAN WAKTU

DALAM MENAKSIR PRODUKSI (OUTPUT) PERALATAN PERLU MEMPER-TIMBANGKAN HAL-HAL BERIKUT :

o KINERJA PERALATAN YANG DIBERIKAN OLEH PABRIK PEMBUAT-NYA.

o FAKTOR EFISIENSI, OPERATOR, KONDISI LAPANGAN, MATERIAL.

§ KUANTITAS JAM KERJA

MENUNJUKKAN LAMANYA PEMAKAIAN ALAT DALAM MENGERJA-KAN SATU SATUAN PRODUK MATA PEMBAYARAN.

§ HARGA SATUAN DASAR ALAT

DIPERLUKAN DALAM PROSES PERHITUNGAN ANALISA HARGA SA-TUAN PEKERJAAN YAITU BERUPA KELUARAN DARI ANALISA ALAT YANG MELIPUTI BIAYA PASTI, BIAYA OPERASI & PEMELIHARAAN.

3. PERHITUNGAN KOMPONEN TENAGA KERJA UMUMNYA MELIPUTI :

§ KUALIFIKASI

SEPERTI : MANDOR, PEKERJA TERLATIH, PEKERJA BIASA, TUKANG KAYU, DSB.

§ JUMLAH

o JUMLAH TENAGA KERJA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PENDU-KUNG PERALATAN DIHITUNG ATAS DASAR PRODUKTIFITAS PER-ALATAN YANG PALING MENENTUKAN DIBAGI DENGAN JUMLAH DAN KLASIFIKASI TENAGA KERJA YANG DIGUNAKAN SESUAI URAIAN METODE KERJA

o CARA TERBAIK UNTUK MENAKSIR JUMLAH/PRODUKTIFITAS TE-NAGA KERJA :

- PRODUKTISITAS SEBELUMNYA UNTUK PEKERJAAN YANG ME-MILIKI SIFAT SERUPA

- BERDASARKAN UJI COBA DI DAERAH MASING-MASING.

§ KUANTITAS JAM KERJA

MENUNJUKKAN LAMANYA PEMAKAIAN TENAGA KERJA DALAM ME-NGERJAKAN SATU SATUAN PRODUK SUATU MATA PEMBAYARAN.

§ HARGA SATUAN DASAR TENAGA KERJA

DIPERLUKAN DALAM PROSES PERHITUNGAN ANALISA HARGA SA-TUAN PEKERJAAN YAITU BERUPA RESUME HARGA SATUAN TENAGA KERJA YANG DIBUTUHKAN DALAM MATA PEMBAYARAN PEKERJAAN TERSEBUT BERDASARKAN DATA OTENTIK YANG ADA.

4. BIAYA UMUM & KEUNTUNGAN (OVERHEAD & PROFIT)

DALAM “MASUKAN” OE DIAMBIL 10% SESUAI DENGAN SURAT EDARAN MENTERI PU No.06/SE/M/1995

§ BIAYA UMUM (OVERHEAD)

o ANSURANSI DALAM JENIS APAPUN;

o OPERASIONAL DAN PENGELUARAN KANTOR PUSAT DAN SEMUA KEBUTUHAN BARANG, STAF, PELAYANAN DAN BAHAN DALAM BENTUK APAPUN YANG TIDAK DIGUNAKAN DI LAPANGAN MAUPUN YANG BUKAN BAGIAN DARI BIAYA UNTUK PENGADAAN BAHAN, PEKERJA, PERALATAN ATAU KEUANGAN UNTUK SETIAP MATA PEMBAYARAN;

o PELAKSANA, MANAJEMEN, AKUTANSI, PELATIHAN DAN AUDITING;

o MEMENUHI KEBUTUHAN RESMI UNTUK PERIJINAN, REGISTRASI DAN LAINNYA UNTUK PERUSAHAAN, JOINT OPERATION DAN JOINT VENTURE

o BIAYA PERIKLANAN, HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROMOSI PERUSAHAAN.

o DAN LAIN SEBAGAINYA

§ KEUNTUNGAN (PROFIT)

o SUDAH TERMASUK RESIKO PEKERJAAN

5. ESTIMASI BIAYA

§ HARGA SATUAN SETIAP MATA PEMBAYARAN

HARGA SUATU JENIS PEKERJAAN TERTENTU PER SATUAN PENGUKUR-AN BERDASARKAN RINCIAN METODA PELAKSANAAN YANG MEMUAT JENIS, KUANTITAS DAN HARGA SATUAN DASAR DARI KOMPONEN TENAGA KERJA, BAHAN, DAN PERALATAN DAN DI DALAMNYA SUDAH TERMASUK BIAYA UMUM DAN KEUNTUNGAN.

§ KUANTITAS PEKERJAAN

PERKIRAAN KUANTITAS SETIAP MATA PEMBAYARAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PROYEK YANG DICANTUMKAN DALAM DAFTAR KUAN-TITAS (BILL OF QUANTITIES).

§ HARGA PEKERJAAN SETIAP MATA PEMBAYARAN

MERUPAKAN HASIL KALI KUANTITAS SUATU MATA PEMBAYARAN DENGAN HARGA SATUAN SUATU MATA PEMBAYARAN.

§ HARGA TOTAL SELURUH MATA PEMBAYARAN

MERUPAKAN JUMLAH DARI SELURUH HASIL PERKALIAN KUANTIAS DENGAN HARGA SATUAN MASING-MASING MATA PEMBAYARAN.

§ PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)

SEBESAR 10% DARI HARGA TOTAL SELURUH MATA PEMBAYARAN.

§ PERKIRAAN (ESTIMASI) BIAYA PROYEK

MERUPAKAN JUMLAH DARI SELURUH MATA PEMBAYARAN DITAMBAH PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN).

JAKARTA, 11 MARET 2002

CONTOH KOMPONEN MASING-MASING BAHAN YANG TIDAK DAPAT DIPEROLEH LANGSUNG DARI SPESIFIKASI


LAMPIRAN 1

FAKTOR KONVERSI UNTUK VOLUME MATERIAL

JENIS TANAH

KONDISI TANAH SEMULA

KONDISI TANAH YANG AKAN DIKERJAKAN

ASLI

LEPAS

PADAT

PASIR

ASLI

1,00

1,11

0,95

LEPAS

0,90

1,00

0,85

PADAT

1,05

1,17

1,00

TANAH LIAT BERPASIR

ASLI

1,00

1,25

0,90

LEPAS

0,80

1,00

0,72

PADAT

1,11

1,30

1,00

TANAH LIAT

ASLI

1,00

1,25

0,90

LEPAS

0,70

1,00

0,63

PADAT

1,11

1,59

1,00

TANAH CAMPUR KERIKIL

ASLI

1,00

1,18

1,08

LEPAS

0,85

1,00

0,91

PADAT

0,93

1,09

1,00

KERIKIL

ASLI

1,00

1,13

1,03

LEPAS

0,88

1,00

0,91

PADAT

0,97

1,10

1,00

KERIKIL KASAR

ASLI

1,00

1,42

1,29

LEPAS

0,70

1,00

0,91

PADAT

0,77

1,10

1,00

PECAHAN CADAS ATAU BATU LUNAK

ASLI

1,00

1,65

1,22

LEPAS

0,61

1,00

0,74

PADAT

0,82

1,35

1,00

PECAHAN GRANIT ATAU BATU KERAS

ASLI

1,00

1,70

1,31

LEPAS

0,50

1,00

0,77

PADAT

0,76

1,30

1,00

PECAHAN BATU

ASLI

1,00

1,75

1,40

LEPAS

0,57

1,00

0,80

PADAT

0,71

1,24

1,00

BATUAN HASIL PELEDAKAN

ASLI

1,00

1,80

1,30

LEPAS

0,56

1,00

0,72

PADAT

0,77

1,38

1,00

SUMBER :

KAPASITAS & PRODUKSI ALAT-ALAT BERAT TABEL 1,

Ir. ROCHMANHADI, BADAN PENERBIT PU, 1983

(KOMATSU SPECIFICATIONS AND APPLICATION HANDBOOK EDITION 7 HAL.5 - 53)


LAMPIRAN 2

FAKTOR EFISIENSI KERJA ALAT

KONDISI OPERASI ALAT

PEMELIHARAAN ALAT

BAIK SEKALI

BAIK

SEDANG

BURUK

BURUK SEKALI

BAIK SEKALI

0,83

0,81

0,76

0,70

0,63

BAIK

0,78

0,75

0,71

0,65

0,60

SEDANG

0,72

0,69

0,65

0,60

0,54

BURUK

0,63

0,61

0,57

0,52

0,45

BURUK SEKALI

0,52

0,50

0,47

0,42

0,32

SUMBER :

KAPASITAS & PRODUKSI ALAT-ALAT BERAT TABEL 2,

Ir. ROCHMANHADI, BADAN PENERBIT PU, 1983

(KOMATSU SPECIFICATIONS AND APPLICATION HANDBOOK

EDITION 7, TABEL 1 – JOB EFFICIENCY, HAL.5 - 6)


LAMPIRAN 3

FAKTOR BUCKET UNTUK DOZER SHOVEL DAN WHEEL

KONDISI PEMUATAN

JENIS

MATERIAL

FAKTOR BUCKET

Pemuatan Ringan

Pemuatan material/bahan dari stockpile atau material yang telah dikeruk oleh excavator lain, dengan tidak memerlukan lagi daya gali dan bahan dapat dimuat munjung (penuh) ke dalam bucket.

Contoh :

Pasir tanah berpasir, tanah colloidal dengan kadar air sedang, dll.

1,00 – 0,80

Pemuatan Sedang

Pemuatan dari stockpile tanah lepas yang lebih sukar dikeruk dan dimasukkan kedalam bucket tetapi dapat dimuat hampir munjung (penuh).

Contoh :

Pasir kering, tanah berpasir, tanah campur tanah liat, tanah liat, gravel yang belum disaring, pasir padat, dan sebagainya, atau menggali dan memuat gravel lunak langsung dari bukit asli.

0,80 - 0,60

Pemuatan Agak Sulit

Pemuatan batu belah atau batu cadas, tanah liat yang keras, pasir campur gravel, tanah berpasir, tanah colloidal yang liat, tanah liat dengan kadar air yang tinggi, bahan-bahan tersebut telah ada pada stocpile/persediaan sulit untuk mengisi bucket dengan material-material tsb.

0,60 - 0,50

Pemuatan yang Sulit

Batu bongkah besar-besar dengan bentuk yang tidak beraturan dengan banyak ruangan di antara tumpukannya., batu hasil ledakan, batu-batu bundar yang besar-besar, pasir campuran batu-batu bundar tersebut, tanah berpasir, tanah campur lempung, tanah liat yang tidak bisa dimuat – gusur ke dalam bucket.

0,50 - 0,40

SUMBER :

KAPASITAS & PRODUKSI ALAT-ALAT BERAT TABEL 4, HAL.14

Ir. ROCHMANHADI, BADAN PENERBIT PU, 1983

(KOMATSU SPECIFICATIONS AND APPLICATION HANDBOOK

EDITION 7, TABEL 3 – BUCKET FACTOR, HAL.5 - 12)


LAMPIRAN 4

FAKTOR BUCKET UNTUK EXCAVATOR

KONDISI PEMUATAN

JENIS

MATERIAL

FAKTOR BUCKET

Penggalian dan

Pemuatan Ringan

Menggali dan memuat dari stockpile atau material yang telah dikeruk oleh excavator lain, dengan tidak memerlukan lagi daya gali dan bahan dapat dimuat munjung (penuh) ke dalam bucket.

Contoh :

Pasir tanah berpasir, tanah colloidal dengan kadar air sedang.

1,00 – 0,80

Penggalian dan

Pemuatan Sedang

Menggali dan memuat stockpile tanah lepas yang lebih sulit untuk digali dan dikeruk tetapi dapat dimuat hampir munjung (penuh).

Contoh :

Pasir kering, tanah berpasir, tanah campur tanah liat, tanah liat, gravel yang belum disaring, pasir padat, dan sebagainya, atau menggali dan memuat gravel lunak langsung dari bukit gravel asli.

0,80 - 0,60

Penggalian dan

Pemuatan yang agak Sulit

Menggali dan memuat batu belah atau batu cadas, tanah liat yang keras, pasir campur gravel, tanah berpasir, tanah colloidal yang liat, tanah liat dengan kadar air yang tinggi, yang telah di-stockpile oleh excavator lain, sulit untuk mengisi bucket dengan material-material tsb.

0,60 - 0,50

Penggalian

dan

Pemuatan yang Sulit

Batu bongkah besar-besar dengan bentuk yang tidak beraturan dengan banyak ruangan di antara tumpukannya., batu hasil ledakan, batu-batu bundar yang besar-besar, pasir campuran batu-batu bundar tersebut, tanah berpasir, tanah campur lempung, tanah liat yang sulit untuk dikeruk dengan bucket.

0,50 - 0,40

SUMBER :

KAPASITAS & PRODUKSI ALAT-ALAT BERAT TABEL 4, HAL.21

Ir. ROCHMANHADI, BADAN PENERBIT PU, 1983

LAMPIRAN 5

FAKTOR POSISI UNTUK EXCAVATOR

POSISI ALAT

KONDISI ALAT

FAKTOR POSISI

BAIK

LUAS, LAPANG, DATAR

1,00 – 0,90

SEDANG

TERBATAS, AGAK MIRING

0,90 – 0,70

SULIT

SEMPIT, MIRING

0,70 – 0,50


LAMPIRAN 6

FAKTOR SUDU UNTUK PENGGUSURAN DENGAN BULLDOZER

KONDISI PENGGUSURAN

JENIS MATERIAL

FAKTOR BUCKET

Penggusuran Ringan

Penggususran dapat dilaksanakan dengan sudu penuh.

Contoh :

Tanah lepas dengan kadar air rendah, tanah berpasir tak dipadatkan, tanah biasa, bahan.material untuk timbunan persediaaan (stockpile)

1,00 – 0,90

Penggusuran Sedang

Tanah lepas tetapi tidak mungkin menggusur dengan sudu penuh.

Contoh :

Tanah bercampur kerikil atau split, pasir, batu pecah.

0,90 – 0,70

Penggusuran

yang Agak

Sulit

Kadar air tinggi dan tanah liat, pasir bercampur kerikil, tanah liat yang sangat kering, dan tanah asli.

0,70 – 0,60

Penggusuran

yang

Sulit

Batu-batu hasil ledakan, batu-batu berukuran besar-besar

0,60 - 0,40

SUMBER :

KAPASITAS & PRODUKSI ALAT-ALAT BERAT TABEL 3

Ir. ROCHMANHADI, BADAN PENERBIT PU, 1983

(KOMATSU SPECIFICATIONS AND APPLICATION HANDBOOK

EDITION 7, TABEL 2, HAL.5 - 8)

CONTOH ANALISA HARGA SATUAN DASAR BAHAN

Jenis : M01 - Pasir

Lokasi : Quarry

Tujuan : BaseCamp

No.

URAIAN

KODE

KOEF.

SATUAN

HARGA SATUAN

(Rp.)

I

ASUMSI

1

Menggunakan alat berat

2

Kondisi Jalan : sedang/baik

3

Jarak Quarry ke lokasi Base Camp

L

30.00

Km

4

Harga Satuan Pasir di Quarry

RpM01

1.00

M3

16,7500.00

5

Harga Satuan Dasar Excavator

RpE10

1.00

Jam

41,426.50

6

Harga Satuan Dasar Dump Truck

RpE08

1.00

jam

29,323.54

II

URUTAN KERJA

1

Pasir digali dengan Excavator

2

Excavator sekaligus memuat pasir hasil galian ke dalam Dump Truck

3

Dump Truck mengangkut pasir ke lokasi Base Camp

III

PERHITUNGAN

EXCAVATOR

(E10)

Kapasitas Bucket

V

0.50

M3

Faktor Bucket

Fb

0.90

-

Faktor Efisiensi Alat

Fa

0.83

-

Waktu Siklus

Ts1

- Menggali / memuat

T1

0.50

Menit

- Lain-lain

T2

0.50

Menit

Ts1

1.00

Menit

Kap. Prod. / jam =

V x Fb x Fa x 60

Q1

22.41

M3/Jam

Ts1

Biaya Excavator / M3 = (1 : Q1) x RpE10

Rp1

1,848.57

Rupiah

DUMP TRUCK

(E08)

Kapasitas bak

V

4.00

M3

Faktor Efisiensi Alat

Fa

0.83

-

Kecepatan rata-rata bermuatan

V1

40.00

Km/Jam

Kecepatan rata-rata kosong

V2

50.00

Km/Jam

Waktu Siklus

Ts2

- Waktu tempuh isi = (L/v1) x 60

T1

45.00

Menit

- Waktu tempuh kosong = (L/v2) x 60

T2

36.00

Menit

- Muat = (V/Q1) x 60

T3

10.71

Menit

- Lain-lain

T4

1.00

Menit

Ts2

92.71

Menit

Kap. Prod. / jam =

V x Fa x 60

Q2

2.15

M3/Jam

Ts2

Biaya Dump Truck / M3 = (1 : Q2) x RpE08

Rp2

13,647.4

Rupiah

IV

HARGA SATUAN DASAR BAHAN DI LOKASI BASE CAMP

Harga Satuan Dasar Pasir =

(RpM01 + Rp1 + Rp2)

M01

32,246.02

Rupiah

Dibulatkan :

M01

32,200.00

Rupiah

CONTOH ANALISA HARGA SATUAN DASAR ALAT

Jenis : E01 - AMP

No.

URAIAN

KODE

KOEF.

SATUAN

KET.

A

URAIAN PERALATAN

1

Jenis Peralatan

ASPHALT MIXING PLANT

E01

2

Tenaga

Pw

150.0

HP

3

Kapasitas

Cp

30.0

Ton/Jam

4

Alat Baru : a. Umur Ekonomis

A

10.0

Tahun

b. Jam Kerja dalam 1 tahun

W

1,500.0

Jam

c. Harga Alat

B

639,000,000

Rupiah

5

Alat yg dipakai : a. Umur Ekonomis

A’

10.0

Tahun

Alat Baru

b. Jam Kerja dalam 1 tahun

W’

1,500.0

Jam

Alat Baru

c. Harga Alat (*)

B’

639,000,000

Rupiah

Alat Baru

B

BIAYA PASTI PER JAM KERJA

1

Nilai Sisa Alat = 10 % x B

C

63,900.000

Rupiah

2

Faktor Angsuran Modal = i x (1 + i)^A’

D

0.23852

-

(1 + i)^A’ - 1

3

Biaya Pasti per Jam :

a. Biaya Pengembalian Modal = (B’ – C) x D

E

91,449.52

Rupiah

W’

b. Ansuransi, dll = 0,002 x B’

F

852.00

Rupiah

W’

Biaya Pasti per Jam = (E + F)

G

92,301.62

Rupiah

C

BIAYA OPERASI PER JAM KERJA

1

Bahan Bakar = (0,125-0,175 Ltr/HP/Jam) x Pw x Ms

H1

10,312.50

Rupiah

Bahan Bakar Pemanas Material = 12 x 0.7Cp x Ms

H2

138,600.00

Rupiah

Khusus AMP

2

Pelumas = (0,01 – 0,02 Ltr/HP/Jam) x Pw x Mp

I

11,250.00

Rupiah

3

Perawatan & Perbaikan = (12,5% – 1,75%) x B’

K

53,250.00

Rupiah

W’

4

Operator = (1 orang / jam) x U1

L

2,250.00

Rupiah

Pembantu Operator = (3 orang / jam) x U2

M

6,000.00

Rupiah

Biaya Operasi per Jam = (H + I + K + L + M_)

P

221,662.50

Rupiah

D

TOTAL BIAYA SEWA ALAT / JAM = (G + P)

T

313.964.12

Rupiah

E

LAIN - LAIN

1

Tingkat Suku Bunga

i

20.00

% / Tahun

2

Upah Operator / Sopir

U1

2,250.00

Rp. / Jam

3

Upah Pembantu Operator / Pemb. Sopir

U2

2,000.00

Rp./ Jam

4

Bahan Bakar Bensin

Mb

1,000.00

Rp../ Liter

5

Bahan Bakar Solar

Ms

550.00

Rp. / Liter

6

Minyak Pelumas

Mp

7,500.00

Rp. / Liter

CONTOH ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN

NO. MATA PEMBAYARAN : 3.1 (1)

JENIS PEKERJAAN : GALIAN BIASA

SATUAN PENGUKURAN : METER KUBIK

PERKIRAAN KUANTITAS : 311

PEKERJAAN

PRODUKS HARIAN / JAM *) : JAM

No.

Uraian

Satuan

Kuantitas

Biaya Satuan

(Rp)

Jumlah

(Rp.)

A

1

2

Tenaga Kerja :

Pekerja (L01)

Mandor (L03)

Jam

Jam

0.1071

0.0535

1,500.00

2,500.00

160.64

133.87

JUMLAH HARGA TENAGA

294.51

B

Bahan :

JUMLAH HARGA BAHAN

0.00

C

1

2

3

Peralatan :

Excavator (E10)

Dump Truck (E08)

Alat Bantu

Jam

Jam

Ls

0.0535

0.1116

1.0000

41,426.50

29,323.54

150.00

2,218.29

3,271.18

150.00

JUMLAH HARGA PERALATAN

5,639.46

D Jumlah (A + B + C)

5,933.46

E Biaya Umum dan Keuntungan (10% x D)

593.40

F Harga Satuan = ( D + E )

6,527.37

Catatan :

· Satuan dapat berdasarkan atas jam operasi untuk tenaga kerja dan peralatan, volume dan / atau ukuran berat untuk bahan- bahan

· Kuantitas satuan adalah kuantitas perkiraan dari setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran. Harga Satuan yang disampaikan Peserta Lelang tidak dapat diubah, kecuali persyaratan Ayat 13.4 dari Instruksi Kepada Peserta Lelang.

· Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis terpakai dan operator

· Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayarkan dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya

· Harga satuan yang diajukan peserta lelang harus mencakup seluruh tambahan tenaga kerja, bahan, peralatan atau kerugian yang mungkin diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar

*) Untuk dilengkapi apakah perhitungannya berdasarkan atas produksi harian atau jam.


DATA PENDUKUNG PERHITUNGAN KOEFISIEN UPAH, BAHAN, PERALATAN

NO. MATA PEMBAYARAN : 3.1 (1)

JENIS PEKERJAAN : GALIAN BIASA

SATUAN PENGUKURAN : METER KUBIK

No.

URAIAN

KODE

KOEF.

SATUAN

KET.

I

ASUMSI

1

Menggunakan alat berat (cara mekanik)

2

Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan

3

Kondisi Jalan : sedang/baik

4

Jam kerja efektif per hari

Tk

7.00

Jam

5

Faktor pengembangan bahan

Fk

1.20

-

II

URUTAN KERJA

1

Tanah yang dipotong umumnya berada di sisi jalan

2

Penggalian dilakukan dng menggunakan Excavator

3

Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil galian ke dalam Dump Truck

4

Dump Truck membuang material hasil galian keluar lokasi jalan sejauh

L

2.00

km

III

PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA

1

BAHAN

Tidak ada bahan yang diperlukan

2

ALAT

2a

EXCAVATOR

(E10)

Kapasitas Bucket

V

0.50

M3

Faktor Bucket

Fb

0.90

-

Faktor Efisiensi Alat

Fa

0.83

-

Waktu Siklus

Ts1

- Menggali / memuat

T1

0.50

Menit

- Lain-lain

T2

0.50

Menit

Ts1

1.00

Menit

Kap. Prod. / jam =

V x Fb x Fa x 60

Q1

18.68

M3/Jam

Ts1 x Fh

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1

(E10)

0.0535

Jam

2b

DUMP TRUCK

(E08)

Kapasitas bak

V

4.00

M3

Faktor Efisiensi Alat

Fa

0.83

-

Kecepatan rata-rata bermuatan

V1

45.00

Km/Jam

Kecepatan rata-rata kosong

V2

60.00

Km/Jam

Waktu Siklus

Ts2

- Waktu tempuh isi = (L/v1) x 60

T1

2.67

Menit

- Waktu tempuh kosong = (L/v2) x 60

T2

2.00

Menit

- Muat = (V/Q1) x 60

T3

12.85

Menit

- Lain-lain

T4

1.00

Menit

Ts2

18.52

Menit

Kap. Prod. / jam =

V x Fa x 60

Q2

8.96

M3/Jam

Ts2 x Fk

Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2

(E08)

0.1116

Jam

Bersambung di halaman berikut

NO. MATA PEMBAYARAN : 3.1 (1)

JENIS PEKERJAAN : GALIAN BIASA

SATUAN PENGUKURAN : METER KUBIK

Lanjutan

No.

URAIAN

KODE

KOEF.

SATUAN

KET.

2c

ALAT BANTU

Diperlukan alat-alay bantu kecil

- Sekop

Lump Sum

- Keranjang

3

TENAGA

Produksi menentukan : EXCAVATOR

Q1

18.68

M3/Jam

Produksi Galian / hari = Tk x Q1

Qt

130.73

M3

Kebutuhan Tenaga : - Pekerja

P

2.00

Orang

- Mandor

M

1.00

Orang

Koefisien Tenaga / M3 :

- Pekerja = (Tk x P) : Qt

(L01)

0.1071

Jam

- Mandor = (Tk x M) : Qt

(L03)

0.0535

Jam

4

HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT

Lihat Lampiran

5

ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN

Lihat Perhitungan dalam Formulir Standar

Diperoleh Harga Satuan Pekerjaan :

6,527.37

Rp. / M3

6

WAKTU PELAKSANAAN YANG DIPERLU-KAN

Periode Pelaksanaan : ………. Hari

7

KUANTITAS PEKERJAAN YANG DIPERLU-KAN

Kuantitas Pekerjaan = 311.00 M3

5 komentar:

  1. hallo mbak dia bisa bantu sy utk tabel harga satuan jabotabek 2008/2009 kalau mbak punya bisa kirim datanya ke alamat email saya di leaderscamp70@yahoo.com terima kasih



    helmi f.w

    BalasHapus
  2. Kepada Helmi yang saya hormati, untuk tabel harga satuan jabotabek itu itemnya banyak sekali, yang di butuhkan yang mana saja. Untuk semua item bahan bangunan terus terang saya belum punya yang berupa soft copy, apabila sudah ada akan saya beritahu secepatnya.

    Namun apabila keperluannya mendesak, bisa di dapat di toko buku dengan judul Harga satuan bahan bangunan , harga sekitar 250-300 ribu
    atau untuk harga satuan dasar standart DKI ada yang di keluarkan oleh PU DKI. dan saudara Helmy bisa langsung membelinya di koperasi PU.

    untuk sementara data harga satuan terbaru per-12 november 2008 yang saya punya adalahsebagai berikut :
    1.Pasir
    Pasir Beton (per m3) = Rp 200.000
    Pasir Mundu (per m3) = Rp 240.000
    Pasir Biasa (per m3) = Rp 200.000
    2.Batu
    Batu kali (per m3) = Rp 200.000
    Batu koral(per m3) = Rp 200.000
    Batu Split (per m3) = Rp 85.000
    3.Semen
    Semen Tiga Roda (40 kg) = Rp 40.000
    Semen Tiga Roda (50 kg) = Rp 50.500
    Semen Gresik (40 kg) = Rp 40.000
    Semen Holcim (40 kg) = Rp 39.000
    4. Besi Beton
    Diameter 6 mm (12 m) = Rp 21.000
    Diameter 8 mm (12 m) = Rp 32.000
    Diameter 12mm (12 m) = Rp 64.000
    5. Kaso
    Meranti(4x6)perbatang = Rp 30.000
    Meranti(5x7)perbatang = Rp 40.000

    dll... maaf sebenarnya banyak, tapi belum saya masukkan data base di soft copy.

    Salam,
    Diah

    BalasHapus
  3. Kepada, Ibu Diah,
    saya dimas mau minta tolong bu bisa nggak ibu memberikan saya informasi tenteang menghitung produktivitas dankapasitas pada alat berat yang ada di pertambangan batubara kalo bisa juga disertai oleh list tabel fuel consuption minta tolong bu yah soalnya saya baru pertama kali kerja pada pertambangan batubara di kalimantan, trima kasih sebelumnya bisa juga ibu memberikan informasinya di email saya samiddanin@gmail.com

    BalasHapus
  4. kepada,ibu diah
    bu mohon penjelasan tentang analisa alat AMP,dimana pada item bahan bakar pemanas matrial ada koefisien 12 x 0,7 Cp x Ms...yg saya tanyakan apa ari angka 12 itu,apakag angka itu bisa dirubah.trims (irwan_cwp@yahoo.com)

    BalasHapus
  5. Bu, saya rizki staff konsultan beprof. sebelumnya kami ingin memperkenalkan diri. kami adalah lembaga konsultan training dan memiliki rencara untuk mengadakan pelatihan analisa harga satuan. kami mohon ibu bersedia menjadi nara sumber atau ibu dapat memberikan referensi nara sumber. jika ibu berkenan kami mohon diinformasikan contact person ibu melalui email kami di beprofmultidaya@yahoo.co.id kami tunggu kabar baiknya dan semoga kerja sama ini bisa berlanjut. terima kasih.

    BalasHapus