Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Desember 2008

12 TIPS MEMBENTUK “A WINNING TEAM”

Menciptakan sebuah “teamwork” adalah suatu tantangan tersendiri. Pertanyaan pertama adalah Anda bekerja dalam sebuah tim atau grup? Masing-masing pastilah memiliki tujuan tersendiri. Biasanya sebuah tim merujuk pada pembagian tanggungjawab dan di antara mereka terjadi saling ketergantungan untuk setiap informasi, jasa atau produk yang mereka hasilkan masing-masing menuju sebuah tujuan bersama.

Dalam grup, manajernya adalah orang nomor satu, sedangkan anggotanya mengerjakan tugasnya sendiri-sendiri tanpa ada ketergantungan dengan anggota yang lain, mungkin juga ada kebijakan bersama tapi tidak seperti pada sebuah tim. Anda tidak bisa menyamakan antara grup dan tim. Maka tentukanlah lebih dulu dengan siap Anda bekerja saat ini, dengan sebuah tim atau sebuah grup dan bertindaklah mulai dari sana.

1. Bangunlah pondasi dulu dalam membangun sebuah rumah. Berdasarkan pengalaman saya, sebuah tim yang sukses menghabiskan banyak waktu dalam tahap ini untuk membagikan wewenang dan tugas.Andamungkin bisa memulai dengan menentukan tujuan dari tim, fungsi masing-masing berhubungan dengan tujuan usaha, tujuan terpendek dari tim yang harus segera dicapai. Setiap anggota memiliki perspektif sendiri-sendiri maka jangan berharap mereka punya visi yang sama sebelum ada diskusi.

2. Buatlah mereka sadar bahwa ada 4 fase dalam suatu proses perkembangan, yakni : forming, storming, norming,dan performing. Jelaskan bahwa kemajuan sebuah tim tergantung dari banyak factor seperti turnover dan perubahan. Tanyakan pada tim saat ini mereka dalam fase yang mana dan hal-hal apa saja yang diperlukan agar bisa meningkat ke fase berikutnya.

3. Rangsanglah tim Anda. Anda dapat melakukannya dalam berbagai cara. Salah satunya denga mengadakan survey untuk mencari data tentang bagaimana perasaan seorang anggota dengan tugas dan fungsinya berhubungan dengan tim serta interaksinya dengan yang lain. Survei itu termasuk komitmen, kepercayaan, komunikasi, dan penyelesaian terhdap konflik yang terjadi. Gunakan survey tersebut untuk mengevaluasi kemajuan tim dan perkembangan prioritas tim. Cara lainnya adalah dengan mengadakan diskusi secara periodik tentang hal-hal apa saja yang sudah dikerjakan dan bagian mana yang belum. Tidak harus formal, percakapan informal malah bisa membuat tim saling terbuka.

4. Lakukan penilaian untuk mengidentifikasikan sikap dan gaya kerja setiap anggota tim. Penilaian ini menjelaskan tentang hal-hal yang disukai dan tidak disukai dari setiap anggota, kontribusi mereka terhadap tim, dan hal-hal lain yang dapat memberikan informasi sehingga melakukan adaptasi dan kerjasama dengan lebih efektif. Banyak orang merasa terbantu dengan cara ini sehingga sangat penting untuk meningkatkan rasa saling pengertian dan komunikasi.

5. Bersikaplah proaktif. Jangan menunggu sampai ada konflik untuk membuat suatu piagam kesepakatan. Kesepakatan ini berisi tentang aturan main dan batas-batas sikap yang menjelaskan tentang harapan dan mengklarifikasikan tentang sikap apa yang bisa diterima dan tidak Jelaskan bahwa kesepakatan ini selalu bisa diamandemen, pastikan setiap orang memiliki salinannya. Ingatkan hal ini secara teratur dan terapkan hal ini pada anggota baru juga dengan hati-hati.

6. Bentuklah kemampuan dasar. Kemampuan dasar ini berupa kemampuan berkomunikasi, penyelesaian konflik, penyelesaian masalah, saling memberi dan menerima feedback. Saya membuktikan bahawa tim yang memiliki kemampuan ini jauh lebih prouktif dari yang tidak memilikinya. Kemampuan teknis hanya memberikan kontribusi separuh dari tingkat kesuksesan.

.

7. Periksalah keinginan. Apakah keinginan dan harapan anggota tim dan pemimpinnya bisa terkomunikasi dengan baik? Sebagai contoh apa yang orang harapkan dari kerjasama sebagai sebuah tim, yakni ekspresi, kretivitas, apa yang bisa diharapkan dari kontribusi mereka ? Instumen yang baik untuk adalah dengan menerbitkan hal-hal apa saja yang menjadi target disertai dengan time-linenya.

8. Berikan penghargaan untuk bakat unik dan kontribusi. Setiap anggota membawa nilai pada tim dengan berbagai cara dan kemampuan. Luangkan waktu dalam setiap pertemuan untuk memberikan penghargaan pada satu atau dua anggota, namun juga pastikan setiap orang menerima kesempatan yang sama untuk meraihnya.

9. Bangunlah dialog dan hindari monolog. Tujuannya adalah untuk membangun interaksi dua arah, tukar ide, dan membangun pandangan baru dalam komunikasi regular.

Ajaklah anggota lai untuk memberikan alasan atau menjelaskan pendapat mereka tentang suatu situasi.

10. Bangunlah kekompakan tim. Awalnya Anda bisa mengadakan pertemuan yang membahas rencana atau hal-hal yang dapat dilakukan untuk membangun kebersamaan tim. Jenis kegiatannya bisa berupa kegiatan dalam kelas atau berupa kegiatan outdoor, bisa tiap 3 bulan sekali atau dua kali setahun. Pilihlah kegiatan-egiatan yang memberikan kesan ceria dan pembelajaran.

11. Tertawa bersama. Tertawa adalah bahasa yang bisa dipahami semua orang. Bercanda bisa memperkuat ikatan dan mengurangi stress para anggota, juga dapat merangsang kreatifitas.Coba Anda lakukan beberapa hal ini : memulai pertemuan dengan canda yang cocok atau sebuah cerita lucu, atau tunjukkan sebuah klip lucu.

12. Rayakan. Adakanlah sebuah acara makan pagi yang sederhana atau sebuah makan siang bersama yang special sebagai rasa terima kasih pada tim. Putarkan sebuah musik dan hiasilah ruang makan Anda. Jangan lakukan ini setelah jam kerja berakhir karena masing-masing anggota punya tanggungjawab dan kewajiban sendiri-sendiri.

(sumber :
Presiden Dynamix Training and Consulting)

PENILAIAN KERJA


Seperti halnya sekolah, penilaian kerja perlu diadakan di lembaga. Tapi banyak yang takut menghadapi penilaian kerja ini seperti mimpi buruk. Jangan takut, ini dia rahasia meningkatkan penilaian kerja Anda.

Dalam setiap periode tertentu, perusahaan biasanya memberikan penilaian kerja terhadap para karyawannya. Ini dia beberapa hal yang akan dinilai dari diri Anda.

1. Pengetahuan kerja
Hal ini berhubungan dengan pengetahuan, kemampuan serta wawasan seseorang terhadap bidang pekerjaan yang ditekuni. Selain berkutat di kantor ada baiknya Anda mencari wawasan yang lebih luas untuk mendukung karir Anda.

2. Performa kerja
Berdasarkan pengetahuan itulah diharapkan seorang karyawan bisa memenuhi standar yang berlaku. Apakah hasil akhir pekerjaan telah sesuai, kurang atau melebihi standar? Ini harus Anda perhatikan dengan seksama.

3. Komitmen
Kesetiaan terhadap perusahaan tentunya kunci utama. Anda harus loyal terhadap tugas dan perusahaan. Tunjukkan lewat tanggung jawab, semangat maju, mau belajar dan berkembang. Selain harus memiliki komitmen yang kuat, Anda juga haruslah bersikap konsisten. Tentu saja agar Anda dinilai punya pendirian dan tidak plin-plan.

3. Produktif
Harus produktif, tentu saja. tapi kuantitas dan kualitas menjadi kunci penting seseorang dinilai produktif atau tidak. Jika jumlah kerja Anda dinilai berada di bawah target, lebih baik mulai benahi cara kerja Anda.

4. Proaktif
Orang yang selalu proaktif dan berinisiatif pasti mendapat nilai lebih bagus dibanding mereka yang hanya menunggu tugas-tugas dari pimpinannya. Menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu belum cukup. Anda harus bersikap kritis, menberikan ide dan inovasi baru untuk perkembangan perusahaan.

5. Intergritas
Anda bebas bersikap fleksibel, tapi Anda juga harus bisa mempertahankan prinsip dan nilai-nilai yang Anda pegang ketika menjalankan profesi. Teguh pada pendirian. Jangan mau terbujuk dengan hal-hal yang menggiurkan namun akhirnya akan merusak imej Anda. Selain itu kemampuan manajerial seperti fleksibilitas berpikir, kecakapan memecahkan masalah dan menggarap perencanaan kerja dengan baik akan menjadi nilai tambah.

6. Pandai bergaul
Komunikasi adalah hal yang sangat penting. Di manapun Anda berada, komunikasi menjadi media penyampaian pesan yang bisa sangat efisien jika Anda menyampaikannya dengan tepat. Maka diperlukan keluwesan dalam bergaul. Juga berkomunikasi menghadapi klien, atasan ataupun bawahan. Jika keluwesan kerja ini bisa Anda terapkan dalam karir produktivitas di lingkungan kerja pun pasti akan berjalan sempurna.

7. Absensi, penampilan
Absensi tentunya mempengaruhi intensitas keberadaan Anda di kantor. Jika keseringan bolos mana bisa target kerja Anda terpenuhi dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Anda harus disiplin. Rapi dan bersih itu wajib. Penampilan bisa bergantung kepada bidang pekerjaan yang Anda geluti. Ingat, penampilan mencirikan identitas seseorang.

Tak perlu takut menghadapi penilaian kerja. Selama Anda merasa baik-baik saja dan telah memenuhi semua kriteria seorang karyawan yang baik, tak perlu khawatir.

PENGARAH EFEKTIF

Office Professional menyingkatnya menjadi SOAR -- Show, Observe, Assess, dan Reinforce.

Show (Menunjukkan):

Berkomunikasilah di tingkat karyawan. Berikan mereka kesempatan untuk bertanya sebelum mereka mulai menerapkan pelajaran atau kemampuan yang mereka pelajari.

Observe (Mengamati):

Tunggu dan biarkan karyawan mencoba melakukan apa yang Anda katakan atau tunjukkan. Sabarlah saat mereka mempraktikkannya. Memang pada awalnya perlu waktu lebih lama untuk melakukan sesuatu yang baru. Hati-hati jangan sampai menunjukkan tanda-tanda hendak mencela.

Assess (Menilai):

Jangan banyak memberi pujian. Anda sebaiknya lebih berfokus pada hal-hal yang salah daripada hal-hal yang mereka kerjakan dengan benar. Bersikaplah obyektif dalam mengevaluasi penampilan karyawan.

Reinforce (Menguatkan):

Bicarakan atau demonstrasikan lagi aspek-aspek khusus yang diperlukan karyawan Anda untuk maju. Jika ada, tunjukkan beragam hal bagaimana melakukannya.

SELF MANAGEMENT

MENGANALISA suatu prestasi yang diperoleh orang lain adalah suatu kegiatan yang menarik, untuk mengetahui lebih banyak lagi bagaimana keberhasilan itu dapat dicapai. Begitu pula beberapa waktu lalu, ketika saya tidak sempat untuk menyaksikan secara langsung suatu Pemilihan Putri yang diselenggarakan di salah satu hotel, dikarenakan saya harus menghadiri Syukuran Pernikahan atasan saya yang bersamaan waktunya. Akhirnya saya menitip pesan kepada adik saya untuk menyaksikan melalui televisi siapa yang terpilih, karena di antaranya ada beberapa teman yang cukup dekat untuk dijagokan.

Banyak yang berkomentar ‘’agak kurang puas’’ karena jagoannya tidak menang. Bertanyalah mereka. Koq bisa sih?

Memang tidak mudah untuk menentukan yang terbaik dari yang baik, apalagi semuanya sudah melewati standar atau ceritera yang telah ditetapkan seperti Brain, Beauty, dan Behavior yang memang disyaratkan secara mutlak dalam pemilihan seperti itu. Namun seandainya juri mengalami kasus kesulitan untuk menentukan kandidat juara karena nilai yang sama misalnya, maka variable lainlah yang akan berbicara termasuk di dalamnya self management.

Self management sebenarnya mengacu pada konsep mengelola pribadi diri sendiri, artinya kita menjadi subjek sekaligus objek. Sehingga merupakan yang lumrah, kalau aspek penilaian seringkali melibatkan sejauh mana kita sukses memenejemen diri selama ini. Cakupan mengelola diri tidak hanya terbatas pada mengelola waktu (time management), namun juga titik keseimbangan untuk diri pribadi yang menjadi objek, terutama mengelola perasaan akibat keterbatasan waktu. Sehingga kalau seseorang sudah bisa membagi waktu, ia pasti bisa juga membagi perasaannya.

Kembali lagi kepada si A tersebut. Saya gambarkan kepada adik saya, bahwa si A bukanlah seorang mahasiswi yang indek prestasinya di kampus selalu 4 tanpa cacat. Atau seorang yang ‘’sangat teramat’’ cantik sehingga menyilaukan mata, dalam hal ini sang adik telah menyaksikan sendiri di TV. Atau lagi seorang yang ‘’teruji’’ sikap dan kelakuannya selama ini dibanding orang lain. Bukan salah satu dari itu sekali lagi, namun lebih kepada pengelolaan dirilah kuncinya.

Si A adalah mahasiswi yang mengambil kuliah pada tiga perguruan tinggi pada saat yang bersamaan, di samping juga mengambil kursus bahasa asing di suatu lembaga. Dia juga aktif di kegiatan beberapa organisasi sosial dengan saya, juga mendalami hobby yang lain seperti modelling. Kadang-kadang bekerja paruh waktu pada sebuah event. Bahkan akhir Mei kemarin, baru saja terpilih sebagai duta untuk mewakili Yogyakarta dalam pertukaran pemuda antar negara. Di samping kegiatan lain khas anak muda seperti pacaran mungkin, kumpul bareng teman, ibadah, main dll.

Ternyata banyak sekali kegiatan yang dilakukannya dalam waktu yang hampir bersamaan. Dan semua itu tidak mungkin mencapai nilai yang sempurna, karena memang bukan itu tujuan dari menejemen pribadi. Menejemen pribadi lebih merupakan kiat untuk membentuk suatu sosok yang mumpuni dalam banyak hal dan segala kondisi, bukan sosok yang berkutat hanya pada satu hal saja dan menolak perubahan. Oleh karena itu, jadilah manajer bagi diri sendiri.

(sumber :
Akhmad Muftizar Zawawi S IP, PR PT Yarsilk Gora Mahottama.

MENJADI CEO YANG BAIK ALA RINI SOEWANDI

Rini Soewandi, tahun 2001 dinobatkan sebagai The Best CEO in 2001 oleh Majalah Swa dan Asia Market Intellegence. Kiprahnya di dunia bisnis menonjol ketika ia masih berada di bawah naungan bendera Astra, selepas dari Astra, Rini bergabung dengan PT. Semesta Citra Motorindo, belum lama ia bergabung dengan perusahaannya yang baru, ia telah dinobatkan sebagai CEO terbaik, sebuah bukti yang menunjukkan jika Rini Soewandi memang seorang jenderal yang baik di tengah medan pertembpuran bisnis yang tampaknya senakin tidak mengenal belas kasihan itu.

Apa saja yan gmembuat figure Rini demikian perkasa, figure yang dapat membuat keadaan yang tidak mungkin menjadi sebuah kesuksesan dan figure yang senangmelakukan sesuatu yang biasa dengan cara yang luar biasa. Berikut tips Rini Soewandi bagi anda yang ingin mengikuti jejaknya sebagai the Best CEO :

(1) Setia pada visi

(2) Ciptakan lingkungan perusahaan yang kreatif

(3) Kembangkanlah selalu budaya berpikir positif

(4) Yakinlah dengan usaha yang ditekuni

(5) Carilah celah pasar dimana Anda akan bermain

(6) Senantiasa berorientasi kepada pasar

(7) Transparansi

(8) Selalu menerapkan efisiensi

(9) Berdayakanlah diri Anda dan SDM yang ada di perusahaan Anda

(10) Jangan takut melakukan perubahan

(11) Perkuatlah team work yang Anda miliki dan,

(12) Beranikanlah diri Anda untuk mengambil kepoutusan yang tidak popular.

(Sumber : Majalah Manajemen edisi Mei 2001)

Kiat-kiat Membangun Kepercayaan

Ketika kepercayaan sudah sirna di hati orang lain, sulit sekali untuk tumbuh kembali, walaupun dengan berjuta janji atau membayar dengan harta sebanyak apapun, jikalau kepercayaan di hati orang sudah hilang maka perasaan yang muncul selalu mencurigai dan rasa tidak percaya diri akan selalu membayang dan membekas.

Berikut ini uraian yang insya Allah akan menumbuhkan dan memperkuat kepercayaan seseorang.

A. Kejujuran yang terbukti dan teruji

Kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan (kredibilitas), begitu pula bila sebaliknya jika tidak jujur akan dapat menghancurkan kehidupan seseorang.

Biasakanlah selalu jujur dimulai dari hal yang paling sederhana dan kecil sekalipun, walaupun terhadap anak kecil, karena sesungguhnya Allah menilai perilaku kita, yakinlah tak akan pernah untung sama sekali dengan ketidakjujuran selain kerugian yang mendera dan menghancurkan, sudah terlalu banyak bukti di sekitar kita untuk dijadikan pelajaran.

1. Jangan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehingga menjadi dusta walau dalam gurauan sekalipun.

2. Jangan pernah mudah membuat janji, pastikan setiap janji yang diucapkan sudah diperhitungkan matang-matang, dan berusaha keraslah untuk memenuhi janji.

3. Tepat waktulah dalam segala hal, jangan terlambat atau gemar menunda-nunda atau mengakhirkan.

4. Biasakanlah memiliki data dan fakta yang jelas, dan bersikaplah terbuka.

5. Milikilah kemampuan dan kesungguhan mengevaluasi diri, dan segera perbaiki diri begitu ditemukan kesalahan serta bertanggungjawablah dengan sungguh-sungguh dan tulus.

6. Jangan pernah patah semangat bila didapati masa lalu kita pernah atau banyak ketidakjujuran.

B. Cakap

Komponen kedua yang tak kalah pentingnya adalah kehandalan dan kecakapan kita dalam melaksanakan tugas. Walaupun sangat dikenal dan teruji kejujurannya tapi kalau dalam melaksanakan tugas sering berbuat lalai dan kesalahan maka hal ini pun akan merontokkan kredibilitas.

1. Kunci utamanya adalah secara sadar kita harus selalu belajar, melatih diri, mengembangkan kemampuan, wawasan serta keterampilan kita secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga selalu memiliki kesiapan yang memadai untuk melaksanakan tugas.

2. Awalilah selalu dengan membuat perencanaan yang baik dan persiapan yang matang, gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan.

3. Jangan lupa selalu check and recheck, tak boleh kita melakukan sesuatu tanpa cek ulang, sangat banyak peluang kesalahan atau kegagalan yang terselamatkan dengan sikap yang selalu mengadakan pengecekan ulang.

4. Laksanakan segala sesuatu dengan kesungguhan, sikap yang hati-hati dan cermat, jangan anggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena semua itu biang kesalahan dan kegagalan.

5. Selalu sempatkan untuk evaluasi dari setiap tahapan apapun yang kita lakukan, percayalah merenung sejenak untuk mengevaluasi membuat karya kita akan semakin bermutu.

6. Nikmatilah dengan menyempurnakan apa yang bisa dilakukan, jangan pernah puas dengan setengah-setengah, jangan pula puas dengan 90%, kalau kita bisa menyempurnakannya, mengapa tidak?

C. Inovatif

Segala sesuatu yang ada selalu berubah, di dunia ini tidak ada sesuatu apapun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri, oleh karena itu siapa pun yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia akan tergilas kalah oleh perubahan tersebut.

Maka jelaslah sudah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah bahwa :

orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi karena berarti tak ada kemajuan dan tetinggal oleh perubahan,

orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dianggap orang yang celaka, karena berarti akan tertinggal jauh dan sulit mengejar,

orang yang hari ini harus lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung, karena satu-satunya pilihan bagi orang yang beruntung adalah berarti ia harus ada penambahan sesuatu yang bermanfaat, sehingga tidak akan pernah tertinggal, dia selalu antisipatif terhadap perubahan, dan selalu siap menyikapi perubahan, inilah sikap perubahan yang diharapkan selalu terjadi pada seorang muslim.

Berikut ini beberapa anjuran agar kita dapat selalu mengembangkan kemampuan kreatif kita:

1. Banyak membaca dan menulis.

2. Banyak berdiskusi dan bertanya.

3. Banyak melihat (mengadakan studi banding).

4. Banyak merenung (tafakur).

5. Banyak berbuat dan mencoba.

6. Banyak beribadah dan berdo'a.

Jumat, 28 November 2008

Perilaku

Perilaku Anak tergantung ia di didik dan lingkungan memperlakukannya

Jika anak dibesarkan dengan penuh Celaan, dia akan menjadi manusia yang Pemarah / memaki
Jika anak dibesarkan dengan penuh Permusuhan, dia akan menjadi manusia yang selalu Mencari musuh
Jika anak dibesarkan dengan penuh Ketakutan, dia akan menjadi manusia yang Tidak percaya diri / gelisah
Jika anak dibesarkan dengan penuh Rasa iba, dia akan menjadi manusia yang selalu Menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan penuh Olok-olokan, dia akan menjadi manusia yang Rendah diri
J
ika anak dibesarkan dengan penuh Iri hati, dia akan menjadi manusia Pendengki
Jika anak dibesarkan dengan penuh Rasa malu, dia akan menjadi manusia yang Selalu Merasa bersalah

Jika anak dibesarkan dengan penuh Dorongan, dia akan menjadi manusia yang Percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan penuh Toleransi, dia akan menjadi manusia yang pandai Menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan penuh Pujian, dia akn menjadi manusia yang selalu Menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penuh Penerimaan, dia akan menjadi manusia yang Mencintai
Jika anak dibesarkan dengan penuh Ketekunan, dia akan menjadi manusia yang berani Menghadapi tantangan
Jika anak dibesarkan dengan penuh Pengakuan, dia akan menjadi manusia yang mengenali diri
Jika anak dibesarkan dengan penuh Rasa berbagi, dia akan menjadi manusia yang dermawan
Jika anak dibesarkan dengan penuh Kejujuran & terbuka, dia akan menjadi manusia cinta Kebenaran & Keadilan
Jika anak dibesarkan dengan penuh Rasa aman, dia akan menjadi manusia belajar Menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan penuh Persahabatan, dia akan manusia yang menemukan cinta dalam hidup
Jika anak dibesarkan dengan penuh Ketentraman, dia akan menjadi belajar Berrdamai dengan pikiran

Selasa, 25 November 2008

Visioner

Apa itu Visi?



Visi merupakan impian jangka panjang.

Visi adalah kemampuan untuk melihat sesuatu yang sebenarnya belum tampak
nyata.

Orang yang memiliki visi mampu melihat jauh kedepan, kemampuan melihat
masa yang akan datang.



Visi bisa diukur dan dipupuk tidak terpengaruh oleh pangkat dan jabatan
seseorang.



Orang yang patut dikasihani adalah orang yang tidak memiliki visi.



Nilai Visi :

Visi membuat semua pekerjaan jadi menyenangkan, Visi membuat nilai
tambah bagi pekerjaan kita, Visi dapat meramalkan masa depan kita.
Ibarat tiang-tiang penyangga proyek masa depan anda.



Hal-hal yang membatasi Visi kita yaitu :

1. Masa lalu (latar belakang pendidikan, prestasi, keluarga, dll)
lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan faktor-faktor lain.
Keterbatasan yang diciptakan oleh diri sendiri. You are what your think.
2. Tekanan orang banyak disekitar anda. Setiap pribadi sering
tertekan oleh tekanan orang lain/lingkungannya. Jangan biarkan hal ini
terjadi pada diri anda.
3. Masalah. Sebagian besar masalah kita ciptakan sendiri. Oleh
karena itu, hadapilah setiap masalah, maju terus pantang mundur.
4. Kurangnya prespektif. Maka itu banyaklah membaca buku-buku
positif.
5. Keadaan anda sekarang. Kondisi ini bisa membatasi visi anda.
Kita lahir karena hal yang tidak diduga, setelah dewasa kita bisa pilih
sendiri segala sesuatu yang bisa didapatkan. Sukses tidak mudah dicapai
oleh orang yang menyerah pada nasib.



Strategi untuk mewujudkan Visi :

1. Tentukan dulu visi anda, jika ingin merubah jadi sukses maka
tentukan visi anda sendiri, impian, harapan dan hasrat sendiri. Jika
anda memiliki Visi maka visi tersebut akan memberikan kekuatan yang luar
biasa.
2. Koreksi kehidupan anda saat ini. Dibutuhkan sebuah proses,
setahap demi setahap. Ubahlah kebiasaan-kebiasaan non produktif menjadi
kebiasaan baru yang produktif.
3. Rubahlah semua pilihan-pilihan kecil menjadi satu visi besar.
4. Selaraskan pertumbuhan pribadi anda dengan visi anda,
pertumbuhan human skill melalui banyak alat bantu, misalnya baca buku,
dengarkan audio book (kaset/cd) dan datang ke pertemuan-pertemuan yang
positif. Seminar, motivasi dll.
5. Temuilah orang yang sudah berhasil, belajar dari orang yang
sukses, konsultasi segala permasalahan yang dihadapi dengan mereka.
Yakinlah bahwa pengalaman orang lain justru menjadi ilmu terpenting buat
anda.
6. Nyatakan visi anda secara terus menerus, maka anda harus tetap
semangat & antusias untuk mewujudkannya.
7. Bersiaplah menghadapi orang yang suka menentang visi anda.
Hadapilah dengan sikap positif.
8. Jauhkan orang-orang yang berpikiran negatif, jangan sekali-kali
menjadikan mereka sebagai teman akrab anda.
9. Pelajari setiap kemungkinan yang dapat mewujudkan Visi anda.
Pengen sukses diusaha harus belajar sendiri. Rahasia utama sukses kita
harus mau belajar dari orang yang sudah sukses. Jadilah orang yang
teachable (mudah belajar & diajar)
10. Bercita-citalah untuk bisa jauh melewati target yang sudah
ditentukan.
11. Bantulah orang lain yang bervisi sama.
12. Komitmen & disiplin. Siapapun pasti sangat ingin untuk suskses.
Maka dari itu komitmen untuk sukses harus dimiliki. Komitmen adalah
kemauan melakukan apa saja secara sportif & positif untuk mencapai
tujuan/visi misi anda.



Ada 4 level komitmen yang dimiliki oleh setiap orang yaitu :

Level 1. komitmen yang menyatakan "I will try" orang yang menyatakan
akan mencoba, pada akhirnya ternyata gagal ... karena kurang gigih &
ngotot berjuang mewujudkan visinya.

Level 2. komitmen yang menyatakan "I will do my best" orang yang
menyatakan akan mencoba dengan kemampuan yang terbaik, pada akhirnya
juga gagal karena tetap masih kurang gigih & ngotot memperjuangkan
visinya.

Level 3. komitmen yang menyatakan "I will do whatever it takes" orang
yang menyatakan akan melakukan dengan segenap hati walau apapun yang
akan terjadi akan dihadapinya. Komitmen dilevel seperti inilah yang
membuat orang tersebut sukses mewujudkan visinya.

Level 4. komitmen yang menyatakan "I consider it's done" orang yang
menyatakan bahwa ia telah merasakan visinya benar-benar telah terwujud,
sudah merasakan bahwa visinya itu sudah terjadi. Komitmen yang
menunjukan keyakinan bahwa dia pasti sukses mewujudkan visinya.



"orang yang sukses pasti memiliki visi"